Deskripsi Penelitian

Judul :
Media pembelajaran bahasa jepang dengan menggunakan teknolologi cloud computing

Jenis Penelitian :
Penelitian Terapan

Jenis informasi yang diolah :
Kualitatif

Tujuan Penelitian:
Experiment



Deskripsi masalah                 

Dalam media pembelajaran berbasis web, sering terkendala dengan masalah pada server, kehabisan bandwidth, dll sehingga pemanfaatan media tersebut kadang mengalami kendala. Dengan teknologi cloud computing, penulis ingin mencari tau apakah bisa memecahkan masalah2 tersebut dan meningkatkan pemanfaatan media tersebut agar dapat diakses melalui semua plartform. Dengan menggunakan layanan yang disediakan penyedia jasa cloud computing maka diharapkan media yang dibuat dapat dimanfaatkan secara maksimal.



Tinjauan Pustaka

1.    Definisi Cloud Computing

                        Cloud Computing atau dalam bahasa Indonesia adalah Computasi awan adalah suatu teknologi yang memanfaatkan beberapa server untuk menyediakan sumber daya yang kita butuhkan. Untuk membangun sebuah layanan maka kita memerlukan sumber daya teknologi informasi, yang bisa saja sangat mahal sehingga kita tidak mampu menyediakannya. Namun kita dapat memanfaatkan sumber daya yang sudah ada dengan cara menyewa, sehingga kita tidak perlu menyediakannya sendiri. Beberapa perusahaan besar menyediakan jasa cloud computing seperti Microsoft dengan layanan CRM, Amazon web services, dll.


2.   Jenis – Jenis Cloud Computing

Ø   Software as a Service (SaaS)
Layanan ini adalah layanan dimana pelanggan dapat mengakses atau menggunakan software yang di sediakan penyedia jasa cloud computing. Software tersebut telah terinstal di server penyedia jasa dan pelanggan tinggal menggunakannya. Contoh layanan ini antara lain : Google Docs, Office 365, Adobe creative cloud, dll. Layanan e-mail termasuk layanan popular seperti yahoo mail, google mail, live mail, dll. Layanan IM ( Instant Messaging ) antara lain Yahoo Messanger, Skype, GTalk, dll. Dengan menggunakan layanan diatas kita tidak perlu mengistal software di computer kita. Sebagai contoh untuk menmbuat dokumen dengan google docs, cukup dengan aplikasi browser untuk membuka situs google docs, kita dapat membuat, mengolah dan menyimpan dokumen di situs tersebut.

Keuntungan dari layanan seperti ini adalah, kita tidak perlu membeli lisensi software, karena software tersebut terinstal di server penyedia layanan, bukan dikomputer kita.

Ø  Platform as a Service (PaaS)
Pada layanan PaaS, pelanggan menyewa server termasuk dengan Platform/Environmentnya untuk menjalakan aplikasi pelanggan. Jadi penyedia jasa tidak menyediakan software namun hanya menyediakan hardware untuk menjalankan software pelanggan. Maintenance menjadi tanggung jawab penyedia jasa, pelanggan hanya menggunakan layanan ini dan pemeliharaan hardware menjadi tanggung jawab penyedia jasa. Contoh penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service, Windows Azure, dan GoogleApp Engine.

Keuntungan dari layanan ini adalah kita dapat dengan leluasa membuat aplikasi kita tanpa harus memikirkan hardware yang akan dipakai, maintenance, dll karena sudah disediakan penyedia jasa.

Ø  Infrastructure as a Service (IaaS)
Layanan ini hamper sama dengan PaaS. Pada layanan ini kita menyewa infrastruktur termasuk unit komputasi, storage, memory, jaringan , dll. Dapat dikatakan bahawa kita menyewa sebuah unit komputer kosong yang harus di konfigurasi sendiri sesuai dengan kebutuhan. Kita juga bias menginstal system operasi yang kita inginkan dan aplikasi yang kita butuhkan. Contoh penyedia layanan IaaS adalah Amazon EC2, Rackspace Cloud, Windows Azure, dsb.

Keuntungan dari IaaS ini hamper sama dengan layanan diatas, yaitu kita tidak perlu membeli hardware sendiri. Konfigurasinya pun dapat kita ubah, misalnya jika kita membutuhkan memori atau storage yang besar maka kita dapat menambahkan memori atau storage sesuai keinginan kita.



Karateristik Cloud Computing :

Layanan internet dapat dikategorikan sebagai cloud computing jika mempuyai karateristik-karateristik sebagai berikut :
1.       On Demand Self Service
Pelanggan dapat meminta sumber daya atau resource yang dibutuhkan tanpa harus berhubungan langsung dengan penyedia jasa. Penyedia jasa menyediakan “control panel” yang dapat diakses oleh pelanggan. Melalui control panel tersebut pelanggan dapat merubah konfigurasi layanan.

2.       Broadband Network Access
Layanan dapat diakses melalui broadband, terutama dapat diakses dengan baik      melalui jaringan internet, baik menggunakan thin client, thick client atau perangkat mobile seperti smartphone atau tablet.

3.       Resource pooling
Sumber daya yang disediakan penyedia jasa cloud dikelompokan pada satu atau lebih data center yang terdiri dari beberapa server dengan mekanisme multi-tenant. Dengan mekanisme ini resource atau sumber daya yang tersedia dapat diakses oleh beberapa user secara bersamaan, resources fisik maupun sumber virtual dan resources tersebut dapat di alokasikan secara dinamis sesuai permintaan pelanggan. Pelanggan tidak perlu mengetahuai bagaimana mekanismenya penyedia jasa menyediakan resources, yang terpenting setiap permintaan resources dari pelanggan terpenuhi. Resources tersebut mencakup memory, unit komputasi, storage, bandwidth, virtual machine dan lain-lain.

4.       Elastis (Rapid elasticity)
Kapasistas komputasi yang disediakan harus elastic dan harus dapat terpenuhi dengan cepat, baik itu penambahan maupun pengurangan kapasitas. Pelanggan boleh menganggap jasa atau resources yang disediakan tidak terbatas dan dapat diminta kapan saja dan berapa saja.

5.       Measured Service
Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan penggunaannya harus bias secara maksimal, dan setiap penggunaan sumber daya diukur penggunaannya. Dengan pengukuran tersebut maka penggunaan sumberdaya dapat dilihat oleh user, sehingga menjadi dasar bagi pelanggan atau user untuk membayar layanan.



Metode Penelitian - Metode Waterfall


Metode ini dipilih karena dengan metode ini maka pembuatan sistem akan lebih efisien. Metode ini menggunakan pendekatan sekuensial, sehingga pembuatan website tidak memberatkan penulis. Selain itu karena kita memakai reousrce yang disediakan oleh jasa cloud computing maka dengan cara sekuensial akan memudahkan pemilihan,  pengujian dan implementasi resource kedalam system.
Metode waterfall memerlukan pendekatan yang sistematis dan sekuensial dalam pengembangan sistem perangkat lunaknya. Pengembangan dimulai dari analisis dan definisi kebutuhan, perancangan sistem dan perangkat lunak, implementasi dan pengujian unit, integrasi dan pengujian sistem, operasi dan perawatan.




Gambar 1. Alur Kerja metode waterfall


Tahapan-tahapan dalam metode waterfall:

1.      System Engineering
             Dalam tahapan ini dilakukan pengumpulan data yang dibutuhkan dalam pembangunan sistem, elemen-elemen apa saja yang diperlukan dan berhubungan dengan sistem.

2.      Analysis
              Tahap ini melakukan analisa ditingkat software,antara lain kebutuhan data, spesifikasi hardware,  fungsi-fungsi, proses serta  user interface seperti apa yang akan dipakai.

3.      Design
          Dalam tahapan ini, seluruh data/hasil analisa sistem yang didapat diimplementasikan dalam sebuah bentuk arsitektur perangkat lunak yang mudah dimengerti serta diimplementasikan.

4.      Coding
             Masalah atau studi kasus diterjemahkan ke dalam bentuk kode program, dalam hal ini memakai bahasa pemrograman yang sesuai.

5.      Test
              Setelah kode program jadi maka perlu dilakukan pengetasan apakah sistem yang telah dibuat dapat berjalan sesuai keinginan kita. Dalam tahap ini uji coba dilakukan pada semua modul, apakah suda error free, baik itu syntax program maupun logika program. Jika semuanya tidak mengalami masalah maka semua modul diintegrasikan dan di compile menjadi sebuah perangkat lunak yang utuh.

6.      Maintenance
           Setelah perangkat lunak dikompulasi dan dipakai oleh klien, maka ada kemungkinan pada suatu waktu terjadi kesalahan pada program. Untuk itu program perlu di maintenance, atau ada kemungkinan klien minta agar sistem di upgrade.




Referensi :

Books, LLC. 2011. Software Development Process: Waterfall Model, Computer Programming, Extreme Programming, Capability Maturity Model, Software Testing, Software Architecture, Code and Fix, Revision Control, Spiral Model, Iterative and Incremental Development. Memphis : General Books.

di unduh tanggal 8 Februari 2014

di unduh tanggal 8 Februari 2014

diakses pada 8 Februari 2014