Media pembelajaran bahasa jepang dengan menggunakan teknolologi Cloud Computing Berbasis Website (HTML5)





Oleh:

Andri Malfian Labiro
 672010261

FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
SALATIGA
2013
          I.    Judul Penelitian
Media pembelajaran bahasa jepang dengan menggunakan teknolologi Cloud Computing.

       II.     Latar Belakang Masalah
Dalam media pembelajaran berbasis web, sering terkendala dengan masalah pada server, kehabisan bandwidth, dll sehingga pemanfaatan media tersebut kadang mengalami kendala. Dengan teknologi cloud computing, penulis ingin mencari tau apakah bisa memecahkan masalah2 tersebut dan meningkatkan pemanfaatan media tersebut agar dapat diakses melalui semua plartform. Dengan menggunakan layanan yang disediakan penyedia jasa cloud computing maka diharapkan media yang dibuat dapat dimanfaatkan secara maksimal.

    III.     Rumusan Masalah
a)      Apakah layanan Cloud Computing dapat memenuhi kebutuhan resources website pembelajaran bahasa Jepang.
b)      Apakah layanan Cloud Computing dapat mempercepat akses website pembelajaran bahasa Jepang ?
    IV.     Tujuan dan Manfaat
Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui apakah layanan Cloud Computing dapat meningkatkan kinerja website pembelajaran bahasa Jepang.
Manfaat penelitian adalah agar pembuatan media pembelajaran khususnya yang berbasis website menjadi lebih efektif dan efisien.
       V.     Batasan Masalah
1.         Cloud Computing adalah teknologi yang memanfaatkan beberapa server untuk menyediakan sumber daya yang kita butuhkan.
2.         Media Pembelajaran adalah alat bantu proses belajar mengajar, baik berupa media video, audio dan buku.
3.         Website adalah halaman yang berisi informasi yang diakses melalui jaringan internet.

    VI.     Tinjauan Pustaka
n    
           1.    Definisi Cloud Computing

Cloud Computing atau dalam bahasa Indonesia adalah Computasi awan adalah suatu teknologi yang memanfaatkan beberapa server untuk menyediakan sumber daya yang kita butuhkan. Untuk membangun sebuah layanan maka kita memerlukan sumber daya teknologi informasi, yang bisa saja sangat mahal sehingga kita tidak mampu menyediakannya. Namun kita dapat memanfaatkan sumber daya yang sudah ada dengan cara menyewa, sehingga kita tidak perlu menyediakannya sendiri. Beberapa perusahaan besar menyediakan jasa cloud computing seperti Microsoft dengan layanan CRM, Amazon web services, dll.

2.       Jenis – Jenis Cloud Computing
Ø  Software as a Service (SaaS)\
Layanan ini adalah layanan dimana pelanggan dapat mengakses atau menggunakan software yang di sediakan penyedia jasa cloud computing. Software tersebut telah terinstal di server penyedia jasa dan pelanggan tinggal menggunakannya. Contoh layanan ini antara lain : Google Docs, Office 365, Adobe creative cloud, dll. Layanan e-mail termasuk layanan popular seperti yahoo mail, google mail, live mail, dll. Layanan IM ( Instant Messaging ) antara lain Yahoo Messanger, Skype, GTalk, dll. Dengan menggunakan layanan diatas kita tidak perlu mengistal software di computer kita. Sebagai contoh untuk menmbuat dokumen dengan google docs, cukup dengan aplikasi browser untuk membuka situs google docs, kita dapat membuat, mengolah dan menyimpan dokumen di situs tersebut.

Keuntungan dari layanan seperti ini adalah, kita tidak perlu membeli lisensi software, karena software tersebut terinstal di server penyedia layanan, bukan dikomputer kita.

Ø  Platform as a Service (PaaS)
Pada layanan PaaS, pelanggan menyewa server termasuk dengan Platform/Environmentnya untuk menjalakan aplikasi pelanggan. Jadi penyedia jasa tidak menyediakan software namun hanya menyediakan hardware untuk menjalankan software pelanggan. Maintenance menjadi tanggung jawab penyedia jasa, pelanggan hanya menggunakan layanan ini dan pemeliharaan hardware menjadi tanggung jawab penyedia jasa. Contoh penyedia layanan PaaS adalah Amazon Web Service, Windows Azure, dan GoogleApp Engine.

Keuntungan dari layanan ini adalah kita dapat dengan leluasa membuat aplikasi kita tanpa harus memikirkan hardware yang akan dipakai, maintenance, dll karena sudah disediakan penyedia jasa.

Ø  Infrastructure as a Service (IaaS)
Layanan ini hamper sama dengan PaaS. Pada layanan ini kita menyewa infrastruktur termasuk unit komputasi, storage, memory, jaringan , dll. Dapat dikatakan bahawa kita menyewa sebuah unit komputer kosong yang harus di konfigurasi sendiri sesuai dengan kebutuhan. Kita juga bias menginstal system operasi yang kita inginkan dan aplikasi yang kita butuhkan. Contoh penyedia layanan IaaS adalah Amazon EC2, Rackspace Cloud, Windows Azure, dsb.

Keuntungan dari IaaS ini hamper sama dengan layanan diatas, yaitu kita tidak perlu membeli hardware sendiri. Konfigurasinya pun dapat kita ubah, misalnya jika kita membutuhkan memori atau storage yang besar maka kita dapat menambahkan memori atau storage sesuai keinginan kita.

3.         Karateristik Cloud Computing :
  Layanan internet dapat dikategorikan sebagai cloud computing jika mempuyai karateristik-karateristik sebagai berikut :
1.        On Demand Self Service
Pelanggan dapat meminta sumber daya atau resource yang dibutuhkan tanpa harus berhubungan langsung dengan penyedia jasa. Penyedia jasa menyediakan “control panel” yang dapat diakses oleh pelanggan. Melalui control panel tersebut pelanggan dapat merubah konfigurasi layanan.

2.        Broadband Network Access
Layanan dapat diakses melalui broadband, terutama dapat diakses dengan baik melalui jaringan internet, baik menggunakan thin client, thick client atau perangkat mobile seperti smartphone atau tablet.

3.        Resource pooling
Sumber daya yang disediakan penyedia jasa cloud dikelompokan pada satu atau lebih data center yang terdiri dari beberapa server dengan mekanisme multi-tenant. Dengan mekanisme ini resource atau sumber daya yang tersedia dapat diakses oleh beberapa user secara bersamaan, resources fisik maupun sumber virtual dan resources tersebut dapat di alokasikan secara dinamis sesuai permintaan pelanggan. Pelanggan tidak perlu mengetahuai bagaimana mekanismenya penyedia jasa menyediakan resources, yang terpenting setiap permintaan resources dari pelanggan terpenuhi. Resources tersebut mencakup memory, unit komputasi, storage, bandwidth, virtual machine dan lain-lain.

4.        Elastis (Rapid elasticity)
Kapasistas komputasi yang disediakan harus elastic dan harus dapat terpenuhi dengan cepat, baik itu penambahan maupun pengurangan kapasitas. Pelanggan boleh menganggap jasa atau resources yang disediakan tidak terbatas dan dapat diminta kapan saja dan berapa saja.

5.        Measured Service
Sumber daya cloud yang tersedia harus dapat diatur dan penggunaannya harus bias secara maksimal, dan setiap penggunaan sumber daya diukur penggunaannya. Dengan pengukuran tersebut maka penggunaan sumberdaya dapat dilihat oleh user, sehingga menjadi dasar bagi pelanggan atau user untuk membayar layanan.

 VII.         Metode Penelitian
1.       Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian akan dilakukan di kampus Universitas Kristen Satya wacana dan tempat tinggal penulis di Salatiga.

2.       Waktu Penelitian
Penelitian ini akan memakan waktu kurang lebih selama 3 bulan, dan untuk uji coba akan dilaksanakan selama 2 minggu.

3.       Tahapan Penelitian

1.   Studi Pustaka
Penelitian akan dimulai dengan studi pustaka terkait dengan topic yang diteliti. Pustaka yang terkait tersebut antara lain mengenai HTML5 sebagai bahasa pemrograman yang akan dipakai, layanan cloud computing yang tersedia dan dapat dipakai serta materi bahasa jepang yang akan disampaikan di media pembelajaran ini.
2.   Pengumpulan Data
Tahapan selanjutnya adalah pengumpulan data dengan cara observasi dan dokumen dan kuesioner. Data-data yang akan dikumpulkan antara lain materi pembelajaran yang diperlukan, ketersediaan resources untuk server dan data-data server yang akan dipakai.  
3.   Membangun software
Tahapan selanjutnya yaitu membangun website/tahapan coding.
4.   Mengupload/Hosting website
Tahapan selanjutnya adalah website  yang sudah dibuat di hosting  ke server.
5.   Pengujian Sistem
Yang terakhir adalah menguji system, apakah dapat bekerja dengan baik atau tidak. Indikator keberhasilan adalah pengguna dapat mengakses website dengan baik dan dapat menggunakan media yang disediakan tanpa kendala.
6.   Laporan Akhir
Setelah pengujian selesai maka laporan akhir akan ditulis. Laporan akhir berisi rangkaian pembuatan atau pengembangan program secara lengkap, dengan metode dan teori yang dipakai.

4.       Luaran

Luaran yang diharapkan adalah user dapat mengakses/streaming media baik audio, video dan tulisan tanpa buffering atau lagging,  dengan asumsi user  memiliki koneksi internet yang baik.

VIII.         Rencana Kerja

No
Agenda
Bulan 1
Bulan 2
Bulan 3
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
Study pustaka












2
Pengumpulan data












3
Pembuatan software












4
Hosting website












5
Pengujian












6
Laporan akhir













    IX.      Daftar Pustaka

Books, LLC. 2011. Software Development Process: Waterfall Model, Computer Programming, Extreme Programming, Capability Maturity Model, Software Testing, Software Architecture, Code and Fix, Revision Control, Spiral Model, Iterative and Incremental Development. Memphis : General Books.

http://www.cloudindonesia.or.id/wp-content/uploads/2012/05/E-Book-Pengantar-Cloud-Computing-R1.pdf
di unduh tanggal 8 Februari 2014

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/618/jbptunikompp-gdl-muhamadrif-30876-10-unikom_m-3.pdf
di unduh tanggal 8 Februari 2014

http://csrc.nist.gov/publications/PubsSPs.html#800-145

diakses pada 8 Februari 2014

Comments (0)